Treding Saham di BEI Menurut Pengalaman Saya

Tepatnya 2 tahun yang lalu saya turun langsung ke dunia trading saham di BEI, tahap demi tahap pembelajaran saya lalui dengan senang hati, dan penuh kesabaran, demi hasil yang memuaskan.

Treding Saham di BEI (Bursa Efek Indonesia) memang menjanjikan sekali.  Perlu fokus dengan semua perhitungan analisa yang akurat, dan harus yakin terhadap keputusan yang diambil.

Tepatnya 2 tahun yang lalu saya turun langsung ke dunia trading saham di BEI, tahap demi tahap pembelajaran saya lalui dengan senang hati, dan penuh kesabaran, demi hasil yang memuaskan.

Akhirnya saya bisa menuliskan pengalaman ini, pengalaman yang berharga untuk saya pribadi, yang di dasari oleh rasa panasaran yang tinggi.

Saya orangnya mudah sekali penasaran, apalagi sama yang berbau uang, antusias banget deh, siapa tahu berhasil.

Tepatnya 2 tahun yang lalu saya turun langsung ke dunia trading saham di BEI, tahap demi tahap pembelajaran saya lalui dengan senang hati, dan penuh kesabaran, demi hasil yang memuaskan.

Saya ikut trading saham di BNIS (BNI Sekuritas)

Saya akan buka-bukaan.

menurut saya, pelayanan yang diberikan BNIS sangat memuaskan, mereka dengan senang hati membantu para newbie belajar, mereka selalu welcome terhadap pertanyaan nyeleneh para newbie.

Pastinya meraka sudah memaklumi dan sudah mempersiapkan segalanya, karena yang mereka hadapi bukan para master trading, tapi para newbie yang gemetaran takut uangnya tiba-tiba habis.

Baca: Penjelasan dari BNI Sekuritas

Modal Trading Saham di BNI Sekuritas

Modal trading saham di BEI dengan BNI Sekuritas cukup kecil lah, cuma 1 juta, “itu dulu, gak tahu sekarang berapa.” Terus nanti kita disuruh untuk download aplikasi trading BNIS.

Sebelum nasabahnya turun langsung ke pasar saham, BNIS akan memberikan dulu ebook trading saham di BEI yang harus dipelajari.

Di dalam ebook tersebut step by step kita akan belajar dari awal sampai akhir.

Yang lebih asyiknya lagi, setiap hari BNIS akan mengirim email kepada kita yang isinya saham-saham yang bagus, yang direkomdasikan untuk kita transaksikan.

Untung Rugi Trading Saham di BEI

Selama saya trading saham di BEI dengan BNIS, sedikitpun saya tidak pernah rugi, karena saya selalu mengikuti arahan yang diberikan BNIS lewat email.

Emang sih, ada beberapa saham yang harga per lotnya cukup tinggi, maklumlah modal saya kan cuma 1 juta, jadi saya cuma mampu membeli beberapa lot dari satu saham, tapi itu juga tergantung harga per lotnya.

Walaupun modal saya cuma 1 juta tapi saya selalu membeli saham Blue Chip, kenapa? Karena kinerja dan fundamentalnya cukup baik alias stabil.

Dengan modal 1 juta paling mentok mampu beli satu saham dengan 1-2 lot saja, karena saya tidak mau ngambil resiko dengan membeli banyak lot atau banyak saham Second Layer yang rentan terhadap aksi goreng-menggoreng.

Terus terang saja, saya selalu untung, tapi untungnya tidak besar, paling sehari serebu (Rp. 1000), kadang 3 ribu. hehehe “maklumlah modalnya cuma 1 juta.”

Menurut para master trading saham BEI, untuk bisa menikmati keuntungan dari bermain saham, minimal modal yang harus dikeluarkan adalah 50 juta.

Saya Berhenti Trading Saham di BEI

Karena beberapa faktor, dan tidak mendukungnya situasi dan kondisi, akhirnya saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari dunia trading saham.

Tepatnya 1 tahun yang lalu saya berhenti trading saham di BEI, semua uang yang ada di rekening saham BNI Sekuritas, saya tarik.

Saya pribadi tidak ada masalah dengan pihak BNI Sekuritas

Tidak ada tipu-menipu, dan memang tidak merugikan saya, tapi keputusan saya sudah bulat, saya harus mengakhiri semuanya.

Ini alasannya, saya seorang muslim yang berkeinginan untuk menjadi hambaNya yang sholeh (ini hanya untuk pribadi saya).

Setelah saya curhat kesana-kemari mengenai hukum trading saham dalam islam, yang ternyata ‘riba’, dari situ saya sadar, tanpa pikir panjang, saya langsung berhenti.

Silahkan dibaca juga: Cara Membedakan Bisnis MLM yang Halal dan yang Haram

Oke, teman-teman relax ya, jangan dulu panik.

Itu keputusan hanya untuk saya pribadi, dan saya tidak memaksa teman-teman harus seperti saya.

Bukannya semua keputusan ada di tangan masing-masing. “Kalau gini kan enak.”

Oke, demikianlah pengalaman saya trading saham di BEI.

Tulisan ini dibuat bukan untuk memicu perdebatan panjang, atau menjelekan BNIS ataupun BEI.

Tulisan ini hanya ungkapan atau curhatan saya saja.

Penulis: ridwanris

Saya Asep Ridwan Rismanto seorang karyawan swasta dan hobi saya adalah menulis di blog.

Tinggalkan Balasan