Sekarang Saya Punya Bayi Kembar

Mengurus bayi kembar itu sangat menyenangkan dan ada tantangan tersendiri

Mengurus bayi kembar itu sangat menyenangkan dan ada tantangan tersendiriHallo selamat malam pengunjung. Sudah lama banget saya tidak nulis nih, kurang lebih ada lah 3 bulan blog saya tidak di update. Oke selagi mood menulis saya bangkit, kali ini saya akan menulis tentang anugrah yang diberikan Alloh Subhanahu wata’ala kepada keluarga kecil saya, yaitu hadirnya bayi kembar di tengah-tengah keluarga saya, “sekarang saya punya anak kembar pemirsa” (seneng banget).

Pada waktu usia kandungan 7 bulan, waktu cek USG, dokter kandungan memvonis bahwa istri saya tidak bisa melahirkan secara normal dikarenakan kembar dan posisi bayi sudah tidak bisa berputar pada tempat yang normal, bayi yang satu sungsang, dan bayi yang satu lagi menyilang. Mendengar putusan dari dokter kandungan, jantung saya dag dig dug gak karuan, rasa khawatir pun menyelimuti kalbu. Tapi anehnya istri saya sebaliknya, malah santai-santai saja, istri saya hanya menjawab, “semua akan baik-baik saja, percayalah”. Hmmm firasat saya itu istri saya lagi menghibur dirinya sendiri yang lagi khawatir juga, sama dengan saya.

Nah pas usia kandungan 8 bulan lebih, istri saya kesakitan, sampai tidak bisa gerak, tidurnya pun miring terus, gerak sedikit istri saya kesakitan, mungkin dari posisi bayi kali ya? Mulailah dari situ, istri saya cepat dibawa ke IGD RSUD dr. Soekarjo Kota Tasikmalaya. Singkat cerita dokter memutuskan bahwa istri saya harus dirawat. Dua minggu saya nginep di RSUD, kemit istri alias nungguin istri. Yang membuat lama di RSUD adalah HB darah istri saya sebelum di operasi drop alias kurang, total habis 4 labu darah yang dihabiskan.

Dan akhirnya istri saya melahirkan bayi kembar, perempuan dua-duanya, dan Alhamdulillaah lahir dalam keadaan sehat. Istri saya melahirkan dengan cara operasi ceasar. Saya menangis melihat wajah-wajah bayi kembar lucu.

Teman-teman saya pada nanya, apakah saya ikut program bayi kembar? atau program bayi kembar perempuan? Saya jawab, tidak. Saya tidak mengikuti program apapun. Ko bisa punya bayi kembar ya? Tanya teman-teman. Saya jawab, entah lah yang pastinya ini merupakan anugrah yang harus saya rawat dan didik dengan baik. Teman-teman pada nanya lagi, apakah ada keturunan kembar? Saya jawab, ada dari istriku, ayahnya istri saya kembar, lantas mereka menimpa oh pantesan ada keturunan kembar. Dan meraka pun berdatangan ke rumah saya untuk melihat anak saya yang kembar. Hmmmm

Awalnya saya beranggapan mengurus bayi kembar itu susah, ribet, dan sangat menguras tenaga dan pikiran. Tapi setelah dijalani, ah biasa saja, paling yang membedakannya adalah anggarannya, seperti susu cepat habis, popok, baju, dan yang lainnya. Sekarang bayiku berumur 4 minggu, tentunya saya dan istri saya harus mempersiapkan segalanya untuk kedepannya.

Demikianlah kisah nyata dari kehidupan saya yang baru punya bayi kembar perempuan, terima kasih sudah membaca, dan jika ada kesempatan saya akan update mengenai kehidupan anak kembar saya.

Penulis: ridwanris

Saya Asep Ridwan Rismanto seorang karyawan swasta dan hobi saya adalah menulis di blog.

Tinggalkan Balasan