Pengalaman Pertama Kali Naik Pesawat

waktu pertama kali naik pesawat lucu deh pengalamannya harap maklum sajalah kan saya dari kampung

Pengalaman Pertama Kali Naik PesawatSelamat datang pengunjung blog yang budiman dan baik hati. Untuk yang pertama kali berkunjung ke blog saya jangan kapok ya, kapan-kapan main lagi ke sini, dan yang sudah sering main ke blog saya, saya ucapkan terima kasih banyak sudah sudi meluangkan waktu untuk baca-baca di blog saya ini. Kali ini saya akan menulis secuil pengalam saya, “yaelah secuil, emangnya upil.” Pengalaman saya waktu pertama kali naik pesawat. Lucu deh pengalamannya, harap maklum sajalah, kan saya dari kampung.

Pada waktu itu ceritanya saya akan pergi merantau ke Kalimantan Timur tepatnya ke Kota Balikpapan. Kalau tidak salah sekitar pertengahan tahun 2009 lah. Saya ke Balikpapan tujuannya mau ke rumah saudara saya sekaligus merantau. Sengaja saya memilih merantau ke luar pulau Jawa, karena ingin merasakan sensasi hidup jauh dari rumah, saya ingin melihat yang selama ini belum saya lihat, saya ingin mendengar yang selama ini belum saya dengar, ya pilihannya jatuh ke Kota Balikpapan Kalimantan Timur.

Dari kampung saya berangkat pagi-pagi untuk membeli tiket pesawat di Kota Tasikmalaya, yang sebelumnya sudah dikasih petunjuk oleh saudara saya tentang tata-cara membeli tiket pesawat dengan tujuan Kota Balikpapan. Saya pun membeli tiket, sesudah proses booking selesai, dan tiketnya sudah di print, saya bertanya banyak kepada petugas tiketnya. Mbak terus kalau sudah gini saya ngapain? Mbaknya menjawab, “Bapak jangan telat ya, pokoknya sebelum jam 8:00 bapak harus sudah sampai bandara di terminal 1A.” Saya tambah bingung, dalam hati bergumam, “bagaimana cara carinya terminal 1A di bandara yang segitu gedenya.” Saya pun curhat kepada mbaknya tentang keadaan saya yang sangat newbie banget dalam masalah ginian. Lalu mbaknya dengan senyuman tulus, dan sangat antusias menjelaskan tata-caranya kepada saya, “Bapak jangan khawatir, mumpung waktunya masih banyak, Bapak sekarang pesan travel saja yang khusus ke Bandara Soekarno Hatta, dari Tasik banyak ko.” Singkat cerita, lalu mbaknya menyarankan saya untuk naik mobil travel yang sebelumnya dipesan untuk saya lewat telepon. Mbaknya bilang, “nanti malam jam 10:00 Bapak harus sudah ada di full travelnya, nanti Bapak bilang, dan minta sama sopirnya turun di terminal 1A.” Oke saya pun mengerti.

Singkat cerita, saya sudah sampai Bandara Soekarno Hatta, tepanya di Terminal 1A. Tahu gak? Saya nyampe jam 05:00 pagi. Saya pun bergegas untuk shalat Shubuh yang letaknya di seberang jalan. Setelah shalat Shubuh, saking takutnya kesasar, saya nongkrong di pinggir jalan dan tidak kemana-kemana di Terminal 1A sampai tepat jam 08:00 pagi, berjam-jam saya nongkrong :D.

Jam 08:00 saya deg-degan, waduh grogi, saya pun ikut ngantri barisan masuk ke dalam untuk memberikan tiket. Tahap pertama selesai, tiket sudah diberikan. EH BUSSETTT saya harus nunggu lagi sampai jam 09:00 di dalam, saya lihat di kertas selembaran yang saya pegang, yang intinya berangkat jam 10:00. Dalam hati saya bergumam lagi, “ah gila ini, tahu gini saya berangkat agak siangan lah tadi.” Saya pun duduk sambil melamun tentang betapa teganya si mbak tiket ngerjain saya, saya ambil positifnya saja, si mbak tiket tahu saya newbie banget, karena takut ada kesalahan, takut saya ketinggalan pesawat, mungkin si mbak tiket mengantisipasinya dengan cara begini. Tak terasa saatnya Boarding Time, saya pun mengikuti alurnya, sampai saya berhasil masuk pesawat dan duduk tepat di nomor kursi yang sudah saya saya booking.

Sebelum pesawat take off, saya melongo lihat isi daleman pesawat. Lirik kanan-kiri, pegang kuris, pegang kaca jendela, kebetulan saya duduk tepat di samping jendela, dalam hati saya berkata, “waaw pengalaman yang bagus ini.” Perlahan pesawat maju kedepan, jujur lutut saya gemetaran, tambah cepat, cepat, dan naik, terus naik ke atas. Saya tengok dari jendela, lihat ke bawah, dalam hati saya teriak, “udah, udah, jangan tinggi-tinggi, udah segini aja tingginya.” Eh gila, pesawat terus terbang naik ke atas, sampai rumah-rumah dan daratan tidak kelihatan lagi, terkahir yang saya lihat cuma awan, dan awan.

Saya rasakan pesawat sudah terbang normal, “eh ko dingin ya?” Saya bertanya dalam hati. Saya lihat orang-orang pada pakai jaket, sedangkan saya hanya pakai kaos, “ah salah diriku ini, pantesan dari sebelum berangkat orang-orang pada pakai jaket.” Mau ngambil jaket pasti repotlah, posisi tas saya ada di atas, mana ngambilnya susah lagi. Terpaksa harus menerima, selama perjalanan saya kedinginan.

Terus selain itu, sering terjadi goncangan mendadak pada pesawat, disitu hati saya tidak karuan. Perasaan, pesawat yang sedang saya tumpangi akan jatuh, atau meledak. Tiap kali ada goncangan, saya merem, dan berdoa dengan dua tangan, sampai emak-emak yang duduk di samping saya, menegur saya, karena emak-emak melihat saya berprilaku aneh, karena terlihat grogi dan terus-terusan berdoa.

Tibalah saya di Bandara Spinggan Balikpapan. Landing pesawat pun saya rasakan, betapa leganya hati saya, legaaaa banget. Ini adalah 2 jam masa kritis yang benar-benar saya rasakan dalam hidup saya.

Itulah cerita singkat tentang pengalaman saya yang pertama kali naik pesawat. Ketinggalan, saya melewati semua proses itu sendirian lho, dari beli tiket, ngantri, boarding time, take off sampai landing, bener-bener sendirian.

2 thoughts on “Pengalaman Pertama Kali Naik Pesawat”

Tinggalkan Balasan