Kopi dan Sahabat

Dengan kopi kami bersatu, walaupun kami berbeda nasib. Itu motto kami

Satu Gelas Kopi Murah
Kopi Murah

Dari tadi mikir-mikir, melamun, bingung nyari inspirasi mau nulis apaan malam ini, akhirnya dapat juga inspirasi. Makasih banyak ya emak-emak yang jualan kopi, senyumanmu memberikan inspirasi bagi saya untuk menulis malam ini.

Saya ini termasuk manusia yang hobi banget ngopi. Awal saya benar-benar menikmati kopi pada waktu saya duduk di kelas dua SMP. Awalnya sih iseng, lagi nongkrong sama teman-teman, eh ketagihan sampai sekarang. Dulu sih paling 2 kali sehari ngopi, tapi sekarang bisa 3-4 kali ngopi dalam sehari.

Menurut saya ngopi itu bisa membuat tenang, dan membuat pikiran segar kembali. Apalagi kalau ngopi bareng teman-teman, merasa gimana gitu, susah untuk diungkapkan.

Saya penyuka kopi tipe warkop murah, yang satu gelasnya Rp 2.500-Rp 3.000. Yang kedai kopinya sangat gampang ditemukan, tersedia hampir di pinggir jalan, di tiap daerah. Tidak menampik, saya juga suka kopi mahal, yang segelas harganya puluhan ribu. Sebab dikarenakan harganya mahal, dan kedai kopinya jarang banget, jadinya saya sangat jarang sekali membelinya.

Saya mau cerita ni, tentang saya dan sahabat-sahabat saya. Saya punya tiga orang sahabat, dulu kami teman seperamainan semenjak kecil, tetanggaan lagi. Sekarang kami berpisah dan jarang berkumpul, dikarenakan kesibukan masing-masing. Yang dua orang kerja di luar negeri, yang satu chef di Belanda, yang satu lagi karyawan hotel di Mekkah. Saya sendiri di Tasik, dan sahabat saya yang satu lagi, bisnis di Jakarta. Kami sudah menjadwalkan untuk berkumpul satu tahun sekali, hanya untuk ngumpul saja berempat. Dengan kesuksesan mereka yang diraih atas profesinya masing-masing, tapi mereka tidak melupakan sahabat. Setiap kami berkumpul, pasti ngumpul di warkop murah di pinggir jalan langganan kami semenjak kami masih SMA dulu. Dengan pemandangan kampung yang alami, dengan harga kopi yang satu gelasnya Rp 2.500, kami semua sangat menikmatinya. Seharian kita nongkrong di warkop itu, ngobrolin apa aja yang enak diobrolin. Kegitan itu rutin dilakukan setiap 1 tahun sekali. “Dengan kopi kami bersatu, walaupun kami berbeda nasib.” Itu motto kami berempat 😀

Saya sangat merindukan momen seperti itu lagi, momen bareng sahabat, dimana kami bisa melepaskan image profesi kami, gila-gilaan, melupakan smartphone, melupakan sosmed, dan menunda dulu sejejnak urusan keluarga kami masing-masing, sambil minum kopi.

 

 

Tinggalkan Balasan