Jangan Lakukan Hal Bodoh Ini di Media Sosial

Kita sebagai pengguna aktif sosial media pastinya pernah melihat sebagian pengguna sosmed yang tersandung masalah serius gara-gara kelakuan bodohnya

Jangan Lakukan Hal Bodoh Ini di Media SosialKita sebagai pengguna aktif sosial media pastinya pernah melihat sebagian pengguna sosmed yang tersandung masalah serius gara-gara kelakuan bodohnya di sosial media. Dengan dalih mengekspresikan diri, idealisme, dan lain sebagainya, si pengguna sosmed tersebut malah di bully, dan ada yang sampai masuk penjara.

Kali ini saya akan menuliskan peneletian saya tentang kelakuan manusia di dunia sosial media yang beraneka ragam. Setelah melakukan reset dan memantau selama bertahun-tahun akhirnya penelitian saya mendapatkan hasil, sehingga penelitian ini saya posting dengan judul “Jangan Lakukan Hal Bodoh Ini di Sosial Media.” Berikut hal bodoh yang saya maksud.

Hal Bodoh di Sosial Media

1. Memamerkan Foto Barang Mahal yang Baru Dimiliki. Menurut saya, kelakuan ini sangatlah bodoh. Coba maksudnya apaan? Walaupun ngeles dengan alasan apapun, tetaplah ini pamer abis, ingin dilihat mampu membeli, atau lain sebagainya. Tak menampik, saya juga menyukai hal ini, membuat perasaan dan hati puas, tapi ini adalah kebodohan yang nyata, makanya saya tahan, dan tidak mau melakukannya. Ini tanpa disadari dan tidak bisa terelakan ini mengakibatkan kecemburuan sosial stadium 3, dan ini berdampak buruk kepada kehidupan si tukang pamer tersebut, dan mengundang kejahatan.

2. Memperlihatkan Aktifitas Berlibur. Ini juga sama masuk kedalam kelakuan bodoh dalam urutan ke dua. Berlibur adalah dambaan semua orang, dengan berlibur bisa membuang rasa bosan dan penat yang telah menumpuk banyak. Biasanya yang di share di medsos dalam aktifitas liburan adalah ekspresi rasa senang yang berlebihan, hura-huran, foto pemandangan, aktifitas selama perjalanan, dan lain sebagainya. Saya sarankan STOP melakukan hal ini di sosial media, ini sangat membahayakan. Karena kenapa? Dengan membagikan aktifitas liburan ke sosial media secara real time, orang-orang akan mengetahui aktifitas yang berlibur, jika seseorang yang akan bermaksud jahat, maka merekalah yang akan terkena dampaknya. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan yang diakibatkan oleh aktifitas liburan, ada baiknya sobat harus menahan diri, artinya tidak langsung membagikannya secara langsung real time ke sosial media. Saya sarankan, bagikan aktifitas liburannya di blog, bisa menghasilkan uang itu.

3. Curhat. Kelakuan bodoh di sosmed lainnya adalah curhat. Semenjak hadirnya berbagai macam sosial media, orang-orang sudah tidak malu lagi untuk mengutarakan isi hatinya, uneg-uneg, dan lain sebagainya. Kalau zaman dulu sekitar tahun 1980-1999, orang-orang banyak curhat mengungkapkan uneg-uneg dengan menuliskannya di buku diary, hanya pribadi dan orang-orang tertentu saja yang bisa dipercaya saja yang bisa melihatnya, tapi sekarang buku diary pindah ke sosmed dan menjadi konsumsi publik, sungguh memalukan. Untuk sebagian pengguna sosmed, ini sangat memuakan, dan membuat ilfeel.

4. Memakai Fitur Geotagging. Geotagging atau dalam bahasa gaulnya adalah melakukan check in di media sosial. Ini berdampak buruk untuk yang melakukannya. Kita harus menyadari bahwa internet bisa merekam aktifitas kita di dunia nyata, salah satunya dengan fitur geotagging di media sosial ini. Jika ada seseorang yang berniat jahat, bisa dengan mudah melacak keberadaan kita, ada dimana, sedang apa, ini sangat mudahkan sekali. Ini jangan sampai terjadi kepada kita semua, yang diakibatkan kelalaian kita.

5. Melakukan Pelanggaran. Kita harus tahu, bahwa setiap media sosial mempunyai peraturan untuk penggunanya, kebijakan privasi, disclaimer, dan lain sebagainya. Gunanya untuk menjaga keamanan dan kenyamanan untuk semua pengguna media sosial. Jika sobat ingin damai dan selamat di dunia sosmed, maka patuhilah peraturan media sosial.

Terus kita harus ngapain di media sosial, sedangkan tulisan di atas adalah hal yang sering sekali dilakukan dan sangat mengasikan?

Kita kan manusia normal yang dianugrahkan akal yang sempurna, pakailah akal kita. Kita pastinya tahu, mana yang baik untuk di publikasikan, dan mana yang buruk. Publikasikanlah hal yang wajar di media sosial atau hal yang bermanfaat untuk orang banyak. Tetap sadar dan jangan lepas kontrol.

Tinggalkan Balasan