Inilah Komunitas Muslim dari Suku Maya Meksiko

Masuknya Islam ke Suku Maya pada tahun 1980 dan menjadi awal Komunitas muslim Meksiko

Masuknya Islam ke Suku Maya pada tahun 1980 dan menjadi awal Komunitas muslim Meksiko
Photo by Adrian Mealand

Kita pastinya sering sekali dan tidak asing lagi mendengar ‘Suku Maya’, peradaban dan peninggalannya sering sekali kita lihat di berbagai media. Tak disangka sama sekali, ternyata dibalik megahnya peninggalan mereka, ada komunitas muslim di dalamnya.

Pastinya ini tidak banyak diketahui oleh orang-orang, bahwa diarah selatan bagian Chiapas terdapat sebuah suku asli maya yaitu suku Tzotzil yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Ini sangat menarik perhatian, karena mayoritas penduduk meksiko beragama Kristen Katolik Roma. Ini adalah nyata, saya meringkasnya dari Wartawan Reuters pada 15 Agustus 2017.

Harus Anda ketahui, umat Islam di Meksiko hanya berjumlah kurang dari satu persen dari total penduduk Meksiko yang berjumlah 120 juta.

Komunitas muslim Meksiko tepatnya suku Tzotzil jumlahnya hanya sedikit, hanya ratusan saja, yang terdiri dari pria dan wanita. Suku Tzotzil ini bertempat di kawasan pegunungan yang sangat subur.

Jika Anda ke sana, sangat mudah sekali menemukannya. Para wanita suku Tzotzil memakai hijab dan syal tradisional khas suku maya, sedangkan para pria Suku Tzotzil memakai kupluk yang khas yang mirip dengan peci.

Masuknya Islam ke Suku Maya, tepatnya Suku Tzotzil pada tahun 1980-an, ini menurut cerita dari penduduk Suku Tzotzil. “Semua orang melihat kami aneh saat kami berpindah agama.” Mustafa mengungkapkan, “banyak orang yang berpikir kami ini teroris, dan tuduhan itu membuat kami ketakutan.” Dari Muslim Suku Maya ini ada yang menarik, yaitu ada seorang tokoh yang bernama Umar beliau adalah asli keturunan Suku Maya, beliau adalah mantan Pastor Evangelis, dan sekarang beliau menjadi jembatan antara kaum Muslim dan Kristen di sana.

Demikianlah sedikit kisah tentang Komunitas Muslim Suku Maya di negara Meksiko, dari sini kita bisa mengambil pelajaran, Islam di sana sangat baru, dan hanya sedikit sekali yang memeluknya, tapi mereka kuat dan bisa menyesuaikan dengan kondisi lingkungan di sana. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat untuk semuanya, dan terakhir saya ucapkan terima kasih banyak telah berkunjung ke blog saya.

Penulis: ridwanris

Saya Asep Ridwan Rismanto seorang karyawan swasta dan hobi saya adalah menulis di blog.

Tinggalkan Balasan