Disaat Saudaranya Bos Ikut Ngatur Kerjaan Kamu

dia hidup bak bos di perusahaan bosku, semua karyawan ilfeel sama dia

Disaat Saudaranya Bos Ikut Ngatur Kerjaan KamuAlhamdulillaah saya sebagai karyawan masih diberi rizki yang cukup, tak lupa juga saya bersyukur atas nikmat yang besar ini yaitu nikmat sehat. Dengan badan dan jiwa yang sehat kita semua bisa melakukan aktifitas yang bermanfaat. Oke, kali ini saya akan membahas “Disaat Saudaranya Bos Ikut Ngatur Kerjaan Kamu.” Sekarang ini sedang terjadi kepada saya lho.

Jadi gini, saya kan punya bos, bos-nya suami istri. Beliaulah yang menggaji saya. Perusahaan Bosku ini bergerak dalam bidang kesehatan, yaitu klinik dokter, saya disitu kerja hanya sebagai buruh biasa, bukan tenaga medisnya. Bosku ini sangatlah baik, apa saja yang saya lakukan selama kerja, beliau selalu menghargai. Kalaupun saya salah, bosku ini jarang banget marah kelewatan, hanya sewajarnya saja, dan saya pun menerima.

Hari beganti hari, tahun berganti tahun, sampai tiba saatnya, anak bosku ini menikah. Anaknya cewek, dan sangat manja. Bayangkan umur segitu tidak bisa masak, beres-beres rumah pun belum pernah saya lihat, selama hidupnya doi selalu difasilitasi dengan fasilitas hidup yang nyaman dan uang yang berkecukupan. “Wajarlah, bosku ini mantan walikota, jadi waktu dulu, anaknya ini kecipratan enaknya fasilitas dari negara.” Dia menikah dengan cowok yang saya dengar dari teman-teman dekat saya, itu cowok matre abis, karena adiknya teman saya pernah jadi pacarnya, dan habis di porotin sama itu cowok. Oke itu urusannya dia lah, mana peduli saya.

Singkat cerita, pesta pernikahan yang menghabiskan dana miliaran pun selesai, saya pun bertemu dengan cowoknya alias suaminya. Untuk awal-awal sih dia baik banget, Kita ngobrol panjang lebar, kesana-kemari, ngopi bareng, gitu aja tiap kita bertemu.

Dan tibalah dia melahirkan, seorang bayi yang lucu dan menggemaskan. Awalnya sebelum istrinya melahirkan dia tinggal di perumahan, tapi setelah melahirkan dia pindah ke rumah bosku, ya alesannya pasti kalian tahu kan? itu istrinya gak bisa ngapa-ngapain, boro-boro ngurus bayi, kamarnya aja hancur berantakan. Kenapa pindah ke rumah bosku, karena dirumah bosku ini banyak asisiten rumah tangga, yang kalau ada apa-apa tinggal teriak, “biiiiiiiiiii.” Sangat sebal saya mendengarnya kalau terdengar teriakan kayak gitu, kesannya itu lho ratu banget.

Karena mereka tinggal di rumah bosku, otomatis ini menjadi beban buat suaminya, saya yakin itu. Karena saya bisa lihat dari gelagatnya, dan raut mukanya kalau lagi ada di rumah bosku. Seolah-olah dia itu ingin ikut andil dalam mengurus perusahaan bosku ini, sok tahu banget, padahal sebelum adanya dia, itu klinik normal-normal aja, di rumah bosku juga adem-ayem, kenapa setelah ada dia, semuanya berubah?

Pada suatu hari, saya lagi nyantai, kerjaan semua beres, saya duduk saja, sambil lihat-lihat smartphone android saya, eh besoknya dia manggil saya. Sep sini! “Kamu tahu kan kamu tu lagi kerja, simpan HP kamu, saya sudah bilang ko sama apih dan mami tentang kelakuan kamu yang sering mainin HP saat kerja.” Saya kaget, dalam hati saya bilang, “what the f***.” Saya jawab dengan nada nantangin, “iya pak, nanti saya sendiri yang bilang ke apih dan mami dan mau minta maaf, kalau saya sering mainin HP, biar bapak gak ribet.” 

Tahu apa dia tentang kerjaan saya, yang penting beres, dan lancar tepat pada waktunya, mana mau bosku marah-marah gak jelas pada saya. Di tempat saya kerja ini hampir banyak waktu luangnya, kalau saatnya waktu sibuk datang, semuanya sibuk, dan sangat sibuk. Kalau lagi waktu luang, semuanya santai. Bosku pasti tahu lah tentang situasi dan kondisi perusahaannya.

Itu yang diomelin dan diatur sama menantunya bosku itu bukan hanya saya saja, supir kena, perawat kena, asisten rumah tangga apalagi. Nah semenjak dia hidup bak bos di perusahaan bosku, semua karyawan ilfeel sama dia. Dan aturan dia, omelan dia, gak ada yang mempan sama kami semua, yang ada dia dicuekin.

Oke, ini adalah pelajaran berharga untuk semuanya, khususnya untuk saya pribadi. Bahwa kelakuan seperti itu sangat dilarang, dilarang keras mencampuri urusan kerjaan orang. Beda lagi kalau masalah akhlak sehari-hari, kalau saya terlihat sedang maksiat, atau melanggar norma masyarakat, baru itu pantas di tegur.

Tinggalkan Balasan