Cara Membedakan Bisnis MLM yang Halal dan yang Haram

Membahas tentang MLM itu halal atau haram, mari kita baca fatwa MUI tentang MLM

Membahas tentang MLM itu halal atau haram, mari kita baca fatwa MUI tentang MLMHallo pengenjung, selamat datang di blog saya, bagaimana kabarnya, sehat kan? Oke kali ini saya akan membahas tentang MLM itu halal atau haram. Sebenarnya saya males banget bahas MLM, karena MLM bukan gaya saya dalam berbisnis, dan memang saya tidak tertarik untuk berbisnis MLM.

Karena ada dukungan dari teman-teman dekat saya, dengan tujuan supaya orang-orang tidak terjebak dalam bisnis MLM yang haram, maka dari itu teman-teman saya menyuruh saya untuk menulis penjelasannya di blog saya ini.

Jujur saja, saya sudah beberapa kali ikut MLM tapi tidak ada hasil sama sekali, yang ada saya malu sendiri. Saya bukan tipe orang yang suka ngomong panjang lebar, dan saya paling malas nawarin produk-produk yang belum dikenal sama orang-orang. Apalagi masalah cari downline, duh malas banget deh ah.

Disini saya tidak menghukumi bisnis MLM itu jelek, tidak ada sama sekali, terus tidak ada yang salah ko dengan sistem bisnis MLM, semuanya tergantung usaha para membernya. Tapi lama-kelamaan dengan menjamurnya bisnis MLM dimana-mana, dan ditambah dengan tingkah laku para oknum member yang sangat ekstrim dalam merekrut anggota baru, telah mengundang para pakar untuk meneliti sistemnya secara menyeluruh, tahap demi tahap penelitian telah terlewati, yang akhirnya lahirlah dua kesimpulan untuk bisnis ini, yaitu bisnis MLM yang halal dan bisnis MLM yang haram.

Menurut DR. H. Mawardi Muhammad Saleh, MA yang merupakan Anggota Dewan Syariah dari salah satu perusahaan MLM syariah, dalam pidatonya pada tanggal 20 Desember 2015, yang saya kutip dari jonru.com (21/12/2015)

MLM itu termasuk wilayah muamalah. Dan dalam Islam, semua urusan muamalah itu diperbolehkan, kecuali ada larangannya.

Jadi pada prinsip dasarnya, MLM itu hukumnya halal selama tidak ada unsur-unsur yang diharamkan oleh syariat, seperti curang, mendzalimi, ada unsur riba, dan lain sebagainnya. Untuk lebih jelasnya, mari kita baca fatwa MUI tentang MLM.

Menurut Fatwa MUI nomor 75/DSN-MUI/VII/2009 tentang Pedoman Penjualan Langsung Berjenjang Syariah (PBLS) dan No.83/DSN-MUI/VI/2012 tentang Penjualan Langsung Berjenjang Syariah Jasa Perjalanan Umrah, disebutkan bahwa terdapat 12 persyaratan yang harus dipenuhi lembaga yang ingin berbisnis MLM Syariah. Ke-12 syarat itu adalah:

  1. Adanya objek transaksi riil yang diperjualbelikan berupa barang dan produk jasa.
  2. Barang atau produk jasa yang diperdagangkan bukan sesuatu yang diharamkan dan atau yang dipergunakan untuk sesuatu yang haram.
  3. Transaksi dalam perdagangan tersebut tidak mengandung unsur gharar, maysir, riba, dharar, dzulm, maksiat.
  4. Tidak ada kenaikan harga/biaya yang berlebihan, sehingga merugikan konsumen karena tidak sepadan dengan kualitas/manfaat yang diperoleh.
  5. Komisi yang diberikan oleh perusahaan kepada anggota baik besaran maupun bentuknya harus berdasarkan pada prestasi kerja nyata.
  6. Bonus yang diberikan oleh perusahaan kepada anggota harus jelas jumlahnya ketika dilakukan transaksi sesuai dengan target penjualan.
  7. Tidak boleh ada komisi atau bonus secara pasif yang diperoleh secara reguler tanpa melakukan pembinaan dan atau penjualan barang atau jasa.
  8. Pemberian komisi atau bonus oleh perusahaan kepada anggota tidak menimbulkan ighra’.
  9. Tidak ada eksploitasi dan ketidakadilan dalam pembagian bonus antara anggota pertama dengan anggota berikutnya.
  10. Sistem perekrutan keanggotaan, bentuk penghargaan dan acara seremonial yang dilakukan tidak mengandung unsur yang bertentangan dengan akidah.
  11. Setiap mitra usaha yang melakukan perekrutan keanggotaan berkewajiban melakukan pembinaan dan pengawasan kepada anggota yang direkrutnya tersebut.
  12. Tidak melakukan kegiatan money game.

Nah itulah MLM yang halal menurut fatwa MUI.

Selanjutnya tentang Bisnis MLM yang haram itu bagaimana? Gampang saja cara membedakannya, jika sistem MLM-nya bertentang dengan 12 fatwa MUI berarti MLM tersebut haram.

Demikianlah pembahasan tentang Cara Membedakan Bisnis MLM yang Halal dan yang Haram. Semoga dengan pembahasan yang saya tulis ini bisa membantu dan menambah kehati-hatian para pembaca dalam berbisnis.

Penulis: ridwanris

Saya Asep Ridwan Rismanto seorang karyawan swasta dan hobi saya adalah menulis di blog.

Tinggalkan Balasan