Cara Jual Beli Tanah yang Sah Menurut Negara

Semua orang memahami proses transaksi jual beli, tapi untuk urusan jual beli tanah itu berbeda, faktanya kebanyakan orang untuk urusan jual beli tanah masih belum faham.

Cara Jual Beli Tanah yang Sah Menurut NegaraJual beli tanah jangan disamakan dengan jual beli sepeda motor, atau seperti membeli jajanan biasa. Setelah bayar maka pembeli dan penjual lenggang kangkung begitu saja karena urusan selesai. Selain harga yang begitu mahal dan jauh berbeda, transaksi jual beli tanah juga sangat erat kaitannya dengan aspek hukum.

Dikutip dari rumah.com, Rabu (28/09/2016) Seperti yang diungkapkan oleh Sumarni Boer, beliau adalah seorang Notaris sekaligus Pejabat Pembuat Akta Tanah yang disingkat PPAT: kasus yang sering terjadi biasanya adalah menyangkut sertifikat bodong dan duplikasi sertifikat asli. Khawatirnya, setelah transaksi pembelian tanah ternyata status tanahnya sengketa, kan menjadi masalah besar.

Silahkan dibaca: Cara Mendapatkan Informasi Perumahan Murah Bersubsidi

Semua orang memahami proses transaksi jual beli, tapi untuk urusan jual beli tanah itu berbeda, faktanya kebanyakan orang untuk urusan jual beli tanah masih belum faham dan tahu tata cara jual beli tanah yang benar.
Jika sudah terjadi kesepakatan antara penjual dan pembeli atas sebidang tanah, maka harus memperhatikan langkah-langkah yang ditempuh dengan benar.

Cara Jual Beli Tanah yang Aman dan Menguntungkan

Mempersiapkan Semua Persyaratan

Berkas-berkas penting yang diperlukan adalah:

Untuk Penjual:

  1. Sertifikat yang asli hak atas tanah yang akan dijual
  2. KTP (kartu tanda penduduk)
  3. Harus ada Bukti penyetoran PBB (pajak bumi dan bangunan)
  4. Surat persetujuan suami/istri untuk yang sudah berkeluarga atau jika sudah meninggal harus ada akta kematian
  5. KK (kartu keluarga)

Untuk Pembeli:

  1. KTP (kartu tanda penduduk)
  2. KK (kartu keluarga)

Setelah semua berkas sudah disiapkan

Penjual dan Pembeli Tanah Mendatangi Kantor PPAT (kantor pembuat akta tanah)

Penjual dan pembeli bersama-sama datang ke kantor PPAT (kantor pembuat akta tanah) untuk proses pembuatan AJB (akta jual beli), jangan lupa semua berkas-berkas penting seperti yang disebutkan diatas harus dibawa semua.

Menuju Proses Pembuatan AJB (akta jual beli)

Persiapan pembuatan AJB (akta jual beli)

  1. Sebelum pembuatan AJB dimulai, PPAT akan melakukan pemerikasaan mengenai keaslian sertifikat di kantor BPN. Ini sesuai dengan pasal 34 PP No. 24 Tahun 1997. BPN akan memeriksa keaslian sertifikat berdasarka peta pendaftaran, surat ukur, daftar tanah, dan buku tanah.
  2. Penjual tanah harus membayar PPh (pajak penghasilan) apabila harga tanah diatas enam puluh juta rupiah. Biasanya untuk pembayaran PPh ini di Bank yang sudah ditunjuk.
  3. Pembeli tanah membuat surat pernyataan bahwa dengan membeli tanah tersebut, tidak menjadi pemegang ha katas tanah yang melebihi ketentuan batas luas maksimum.
  4. Surat pernyataan dari penjual tanah bahwa tanah yang ia miliki tidak dalam sengketa. Harus kamu ketahui, PPAT sangat menolak pembuatan AJB apabila tanah yang akan di transaksikan sedang ada dalam sengketa.

Sekarang Pembuatan AJB

  1. Pembuatan AJB (akta jual beli) harus dihadiri oleh kedua belah pihak yaitu penjual dan pembeli tanah, atau orang-orang yang sudah diberi kuasa apabila kedua belah pihak atau salah satunya tidak bisa hadir dengan surat kuat tertulis, lebih afdolnya surat kuasa tertulis dilengkapi dengan materai.
  2. Harus ada minimal dua orang saksi.
  3. PPAT (pejabat pembuat akta tanah) membacakan akta dan menjelaskan mengenai isi dan maksud pembuatan akta.
  4. Jika semua isi akta jual beli sudah disetujui oleh penjual dan pembeli tanah, selanjutnya akta tersebut akan ditandatangani oleh penjual, calon pembeli, saksi-saki, dan PPAT.
  5. Lalu, Akta asli akan dibuat dua lembar. Satu akan disimpan di Kantor PPAT dan yang satu lembar lagi disampaikan ke BPN untuk keperluan pendaftaran (balik nama).
  6. Setelah itu, Penjual dan pembeli tanah masing-masing akan diberikan salinan akta tersebut.
  7. Setelah proses pembuatan AJB selesai, kemudian PPAT akan menyerahkan berkas AJB ke Kantor BPN yang fungsinya untuk keperluan balik nama sertifikat. Penting, penyerahan berkas AJB harus dilaksanakan selambat-lambatnya tujuh hari kerja sejak ditandatangani akta tersebut.

Berkas-berkas yang diserahkan ke Kantor BPN yang fungsinya untuk keperluan balik nama sertifikat adalah, hati-hati ini harus lengkap, jangan sampai lupa atau hilang.

  1. Surat permohonan balik nama yang ditandatangani oleh pembeli AJB dan PPAT
  2. Sertifikat ha katas tanah si penjual
  3. KTP (kartu tanda penduduk) pembeli dan penjual tanah
  4. Bukti pelunasan PPh (pajak penghasilan)
  5. Bukti pelunasan pembayaran Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan

Setelah semua berkas sudah lengkap dan sudah disampaikan ke Kantor BPN, maka pihak BPN akan memberikan tanda bukti penerimaan permohonan balik nama kepada PPAT, dan selanjutnya oleh PPAT tanda bukti penerimaan tersebut diserahkan kepada pembeli tanah.

Setelah itu, nama pemegang hak lama (yaitu penjual) di dalam buku tanah dan di dalam sertifikan akan dicoret menggunakan tinta hitam dan di paraf oleh Kepala BPN atau pejabat yang telah ditunjuk.

Akhirnya selasai juga, tunggu dalam waktu 14 hari, pembeli tanah sudah bisa mengambil sertifikat yang sudah atas nama pembeli di Kantor BPN.

Demikianlah cara Jual Beli Tanah yang baik dan sah menurut negara. Mudah-mudah artikel ini bermanfaat untuk semuanya, khususnya yang kebingungan takut salah dalam proses transaksi jual beli tanah.

Tinggalkan Balasan