Ancaman Mematikan Senjata Pemusnah Massal

Senjata Pemusnah Masal ini sangat serius dan faktanya sudah terlihat

Sebenarnya saya malas untuk menulis hal-hal yang tidak saya kuasai, tapi setelah baca-baca mengenai topik ini saya tertarik untuk diposting di blog saya. Menurut saya, Ancaman mematikan Senjata Pemusnah Massal ini sangat serius dan faktanya sudah terlihat, jika ini dibiarkan, saya yakin beberapa tahun kemudian peradaban manusia menjadi kacau-balau.

Sobat pasti ingatkan tentang kejadian kemarin di Suriah pada hari Selasa 4 April 2017 di Khan Sheikhoun, pada waktu itu langit Idlib diselimuti asap putih tebal kekuningan, ini sangat memprihatinkan sekali, dan dalam sekejap menjadi perhatian dunia.

Asap tebal yang menyelimuti Idlib itu bukan asap biasa, itu merupakan efek dari senjata kimia pemusnah massal yang berbentuk gas. Masyarakat yang terkena atau menghirup asap itu akan menderita, diantaranya mata yang terasa perih sekali, mulut mengeluarkan busa, lubang hidung keluar cairan, dan hilangnya keseimbangan. Seperti yang diberitakan oleh beberapa media, asap gas beracun itu membunuh 70 orang dan puluhan lainnya luka-luka.

Dunia beranggapan bahwa President Bashar Al-Assad lah orang yang paling bertanggung jawab atas pembantaian ini. Dan ini memicu marahnya President Trump atas penggunaan senjata kimia pemusnah massal, dalam waktu yang tidak lama, Amerika mengirim rudal ke pangkalan udara Suriah.

Kita semua menyadari bagaimana dampak dan kerusakan senjata kimia pemusnah massal tapi kita belum tahu cara kerjanya. Saya kutip dari Therichest.com pada hari Kamis (13/4/2017), senjata kimia mempunyai riwayat yang telah lama malang-melintang di dunia peperangan, awalnya senjata kimia pemusnah massal digunakan pada perang dunia I.

Senjata Kimia adalah suatu perangkat yang diisi dengan menggunakan bahan kimia tertentu untuk menciptakan penderitaan yang berkepanjangan, rasa sakit yang tidak biasa dan tujuan akhirnya yaitu membunuh. Sedangkan senjata biologi adalah perangkat yang diisi oleh kuman-kuman penyakit yang tujuannya untuk menebar penyakit.

Sebanyak 1,2 juta orang menjadi korban dari senjata kimia pemusnah massal pada waktu perang dunia I, dan 90 ribu mati seketika. Bahayanya senjata kimia pemusnah massal adalah tidak bisa memilih sehingga daerah yang menjadi sasaran, semua orang terkena dampaknya.

Jepang adalah satu-satunya negara yang menggunakan senjata kimia pada waktu itu. Hitler juga mempunyai banyak senjata kimia, tapi belum pernah digunakan pada saat berperang, hanya digunakan di kamp-kamp penyiksaan saja, berupa hidrogen sianida.

Berikut saya jelaskan mengenai fakta Ancaman Mematikan Senjata Pemusnah Massal.

1. Zat VX dengan Dosis yang Mematikan. Zat VX ini benar-benar tidak bisa diketahui banyak orang, karena dampaknya yang samar. Zat VX adalah pelumpuh saraf yang memtikan. Gas Mustard bisa terlihat dampaknya setelah terkena paparan, tapi zat VX dampaknya sangat samar, ini jelas sangat berbahaya.

VX ini merusak otot dan kelenjar-kelenjar, cara kerjanya VX menghalangi enzim-enzim tertentu yang menenangkan otot dan kelenjar-kelenjar tersebut. tanpa enzim otot akan mengalami kejang-kejang yang tidak terkendali.

2. Senjata dari Zat Kimia. Fakta ini sangat mengerikan, karena banyak sekali zat kimia yang bisa dijadikan senjata. Zat kimia terbagi menjadi beberapa kelompok, ini disesuaikan dari akibat dan dampak bahan kimia itu.

Seperti siklosarin dan sarin, bahan kimia adalah pelumpuh syaraf yang cara kerjanya mengganggu seluruh sistem saraf, walaupun bahan kimia ini berbau harum. Fosgene Oksimin dan Sulfur, bahan kimia ini sangat mengganggu, tidak langsung membunuh, tapi sangat mematikan, bahan kimia ini bisa membakar kulit, organ-organ pembuat darah, paru-paru, dan mata. Selanjutnya adalah Klorin, bahan kimia ini bekerja dengan mencekik, menyerang bagian paru-paru, sehingga korban yang terkena serangan ini, akan kesulitan bernafas.

3. Gas Mustard. Gas ini terkenal dengan Mustard Sulfur, zat ini dikatan oleh para ahli adalah zat paling mematikan di muka bumi. Waktu perang dunia I, gas ini menyerang dengan memenuhi parit-parit pertahanan, sehingga para tentara merasa dibakar dari dalam, dan ini berhasil membunuh para tentara dalam jumlah yang banyak.

4. Gas Sarin. Sarin adalah suatu cairan yang tidak berwarna dan tidak berbau. Gas Sarin telah diberi label senjata pemusnah masal paling ampuh, karena dampak dari kekuatan gas sarin adalah melumpuhkan saraf. Gas Sarin telah resmi dilarang pemakainnya sejak tahun 1993 oleh persetujuan Komisi Senjata Kimia.

Demikianlah pembahasan tentang Ancaman Mematikan Senjata Pemusnah Massal yang saya ketahui, jika pembahasan ini ada kesalahan, mohon dikoreksi.

Tinggalkan Balasan