Disaat Saudaranya Bos Ikut Ngatur Kerjaan Kamu

dia hidup bak bos di perusahaan bosku, semua karyawan ilfeel sama dia

Disaat Saudaranya Bos Ikut Ngatur Kerjaan KamuAlhamdulillaah saya sebagai karyawan masih diberi rizki yang cukup, tak lupa juga saya bersyukur atas nikmat yang besar ini yaitu nikmat sehat. Dengan badan dan jiwa yang sehat kita semua bisa melakukan aktifitas yang bermanfaat. Oke, kali ini saya akan membahas “Disaat Saudaranya Bos Ikut Ngatur Kerjaan Kamu.” Sekarang ini sedang terjadi kepada saya lho.

Jadi gini, saya kan punya bos, bos-nya suami istri. Beliaulah yang menggaji saya. Perusahaan Bosku ini bergerak dalam bidang kesehatan, yaitu klinik dokter, saya disitu kerja hanya sebagai buruh biasa, bukan tenaga medisnya. Bosku ini sangatlah baik, apa saja yang saya lakukan selama kerja, beliau selalu menghargai. Kalaupun saya salah, bosku ini jarang banget marah kelewatan, hanya sewajarnya saja, dan saya pun menerima. Lanjutkan membaca “Disaat Saudaranya Bos Ikut Ngatur Kerjaan Kamu”

Pengalaman Kerja di Toko Orang Cina

saya pernah Kerja di Toko Orang Cina. Itu sih kejadiannya pada awal-awal saya merantau

Pengalaman Kerja di Toko Orang CinaDulu waktu saya merantau di Balikpapan Kaltim pada tahun 2009-2012 akhir, saya pernah Kerja di Toko Orang Cina. Itu sih kejadiannya pada awal-awal saya merantau, karena pusing nyari kerjaan gak dapat, ya akhirnya saya kerja di toko klontongan milik orang Cina, lumayan kan dapat uang.

Saya bertahan kerja di toko tersebut hampir satu tahun, tepatnya 11 bulanan lah. Jadi saya tahu bener bagaimana keadaan toko tersebut plus si pemilik toko tersebut.

Pada awal-awal sih biasa-biasa saja, mungkin karena saya masih baru jadi kesalahan yang saya perbuat masih di maafkan. Bayangin saja, barang-barang yang dijual di toko klontongan kan banyak banget, mana sanggup saya menghapal jenis barangnya satu per satu beserta harganya dalam waktu satu minggu. Terus lagi, barang-barang di gudangnya banyak banget, aneh-aneh lagi mereknya. Lanjutkan membaca “Pengalaman Kerja di Toko Orang Cina”